
Proyek ini dimulai dari sebuah kebutuhan yang cukup terbuka dari klien: mereka sudah memiliki gambaran rumah impian dalam bentuk sketsa sederhana di atas kertas.
Di atas target luas bangunan sekitar 200–250 m², tantangannya bukan sekadar menerjemahkan gambar menjadi denah, tetapi mengubah kebutuhan, kebiasaan, dan cara hidup keluarga menjadi sebuah konsep rumah yang lebih terstruktur.
Output pada proyek ini difokuskan pada desain konseptual sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum masuk ke tahap pengembangan detail interior dan material.



Rumah ini dirancang untuk keluarga yang cukup aktif dan sering digunakan untuk berkumpul, sehingga muncul beberapa kebutuhan yang harus berjalan bersamaan:



Pendekatan desain dimulai dari memahami pola hidup keluarga, bukan dari bentuk bangunan.
Rumah disusun dengan konsep ruang bersama yang kuat di tengah, sehingga aktivitas keluarga memiliki titik temu yang nyaman tanpa harus mengganggu area pribadi.
Area dapur dibuat menjadi dua lapisan fungsi: dapur kotor dan dapur bersih dipisahkan agar aktivitas operasional tetap berjalan, tetapi tetap dibuat saling terhubung untuk menjaga kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Salah satu fokus utama proyek ini adalah pengalaman ruang dari area memasak. Area ini dirancang agar tetap memiliki koneksi visual ke taman dan ruang keluarga, sehingga aktivitas sehari-hari tidak terasa terisolasi.
Karena lahan relatif luas, area servis seperti ruang pendukung, cuci, dan kebutuhan operasional rumah dikonsentrasikan dalam satu lantai. Pendekatan ini dipilih agar rumah tetap efisien secara biaya tanpa perlu menambah lantai yang tidak memberikan nilai ruang yang signifikan.
Untuk menjaga privasi, area privat ditempatkan dengan pengaturan zoning dan arah pandang yang membuat ruang tetap terasa terhubung dengan rumah secara keseluruhan, tetapi tidak langsung dapat dijangkau dari area umum. Lorong dan susunan ruang digunakan sebagai transisi yang memperjelas batas antara ruang keluarga dan ruang privat.

















Rumah keluarga bukan tentang memiliki lebih banyak ruang, tetapi tentang mengatur hubungan antar ruang—agar rumah tetap nyaman untuk bersama, tanpa kehilangan ruang untuk diri sendiri.
Konsultasikan lahan dan budget Anda dengan perencana utama kami untuk mengadopsi solusi efisien serupa.

© 2026 punyatempattinggal.